Rabu, 04 Juli 2012

Malam Nifsu Sya'Ban 1433H


Alhamdullilah sampai lagi saya pada malam yg pernuh berkah dan di tunggu tunggu oleh umat islam sedunia yaitu malam NISFU SYA'BAN...malam yg penuh ampunan yg dimana malam yg penuh doa malam yg penuh barokah..Amien...kali ini saya sedikit share tentang doa2 pada malam Nifsu Sya'ban...Malam "NISFU SYA'BAN" (jatuh pd tgl 4 Juli/ mlm kamis) , Adalah Malam di Tutupnya BUKU AMAL Manusia ! Menjelang Romadhan Malaikat Jibril Berdoa : Ya ALLAH Abaikan Puasanya Umat MUHAMMAD SAW Bila Sebelum Masuk Ramadhan Tdk Memohon MAAF pd Kedua Org Tuanya (bila msh hidup), Keluarganya & Orang2 Sekitarnya, Lalu Rosulullah MengAmininya sampai 3 X Amiin Amiin Amiin ! Dengan ini saya beserta keluarga Mengucapkan : "Mohon Maaf Lahir Batin", Jika Terselip khilaf dlm Canda, Tergores Luka dlm Tawa, Tersinggung Rasa dlm Bicara, Mari Kita Awali Ramadhan, Dgn Hati yg Bersih & Suci. "MARHABAN YA RAMADHAN":) moga bermanfaat..

MENYAMBUT MALAM NISFU SYA'BAN

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
حم , وَالكِتَابِ المُبِيْنِ , إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فيِ لَيْلَةٍ مُبَارَكَةٍ إِنَّاكُنَّا مُنْذِرِيْنَ , فِيْهَا يُفْرَقُ كُلُّ أَمْرٍ حَكِيْمٍ , أَمْرًا مِنْ عِنْدِنَا إِنَّا كُنَّا مُرْسِلِيْنَ , رَحْمَةً مِنْ رَبِّكَ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ العَلِيْمُ ؛
Haa miim. Demi kitab (Al Quran) yang menjelaskan. Sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi (Malam qodar) dan Sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan. Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah. (Yaitu) urusan yang besar dari sisi kami. Sesungguhnya Kami adalah yang mengutus rasul-rasul. Sebagai rahmat dari Tuhanmu. Sesungguhnya Dialah yang Maha mendengar lagi Maha mengetahui. (QS. Ad-Dukhon 1-6, Pustaka : Tafsir Ibnu Kastir)

Rabu, 27 Juni 2012

Metode RAD (RPL Lanjutan)


Metode RAD




Rapid Aplication Development (RAD) adalah sebuah proses perkembangan perangkat lunak sekuensial linier yang menekankan siklus perkembangan yang sangat pendek. Jika kebutuhan dipahami dengan baik, proses RAD memungkinkan tim pengembangan menciptakan “sistem fungsional yang utuh” dalam periode waktu yang sangat pendek (kira-kira 60 sampai 90 hari). Karena dipakai terutama pada aplikasi sistem konstruksi, pendekatan RAD melingkupi fase-fase sbb :

Metode Waterfall (RPL Lanjutan)


Metode Waterfall



Metode-metode pada RPL yaitu meliputi :
1.Waterfall.
2.Incremental.
3.RAD.
Masing –masing memiliki penjelasan yang berbeda-beda,berikut adalah penjelasan dari setipa metode-metode tersebut.
A.      Waterfall
Apa itu waterfall ? , waterfall : mengambil kegiatan dasar seperti spesifikasi , pengembangan validasi, evolusi dan merepresentasikannya sebagai fase-fase proses yang berbeda seperti spesifikasi persyaratan, perancangan perangkat lunak , implementasi , pengujian dan seterusnya.

Metode Spiral Boehm (RPL Lanjutan)


Metode Spiral Boehm



Spiral Boehm

Model proses nyata waterfall yang berorientasi dokumen telah diambil sebagai standar umum oleh banyak agen pemerintah dan pembuat perangkat lunak. Jadi, tidak mudah melupakan model tersebut walaupun masih terdapat masalah-masalah yang ditimbulkan dalam model tersebut. Kita membutuhkan sebuah proses yang lebih baik untuk manajemen yang dapat menggunakan semua model umum seperti yang telah kita bicarakan sebelumnya. Model perbaikan tersebut juga harus memenuhi kebutuhan-kebutuhan pembuat perangkat lunak. Pendekatan alternatif diusulkan oleh Boehm (1988). Boehm mengusulkan sebuah model yang secara eksplisit menjelaskan bahwa resiko yang disadari mungkin membentuk dasar model proses umum.

Metode Incremental (RPL Lanjutan)


Metode Incremental



REKAYASA PERANGKAT LUNAK (THE INCREMENTAL MODEL)
THE INCREMENTAL MODEL
Pengertian
Model incremental menggabungkan elemen-elemen model sekuensial linier (diimplementasikan secara berulang) dengan filosofi prototype interatif. Model ini memakai urutan-urutan linier di dalam model yang membingungkan, seiring dengan laju waktu kalender. Setiap urutan linier menghasilkan pertambahan perangkat lunak yang kemudian dapat disampaikan kepada pengguna.
Pada saat model incremental (pertambahan) ini digunakan, pertambahan pertama sering merupakan produk inti (core product), yaitu sebuah model pertambahan yang dipergunakan, tetapi beberapa muka tambahan (beberapa diketahui dan beberapa tidak) tetap tidak disampaikan. Produk inti tersebut dipergunakan oleh pelanggan (atau mengalami pengkajian detail). Sebagai hasil dari pemakaian dan/atau evaluasi maka dikembangkan rencana bagi pertambahan selanjutnya. Rencana tersebut menekankan modifikasi produk inti untuk secara lebih baik memenuhi kebutuhan para pelanggan dan penyampaian fitur serta fungsional tambahan. Proses ini mengikuti penyampaian setiap pertambahan sampai bisa menghasilkan produk yang lengkap.

Analisis Terstruktur

Analisis Terstruktur


1.1       PEMODELAN DATA
            Pemodelan data menjawab serangkaian pertanyaan spesifik yang relevan dengan aplikasi pemrosesan data. Apakah objek data utama yang akan diproses oleh system ? Bagaimana komposisi dari masing-masing objek data dan atribut apa yang menggambarkan objek tersebut? Dimana objek saat ini berada? Bagaimana hubungan antara masing-masing objek data dan objek yang lainnya? Bagaimana hubungan objek dengan proses yang mentransformasikannya?
Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, metode pemodelan data menggunakan ERD. ERD hanya berfokus pada data (sehingga memuaskan prinsip pertama analisis operasional).

Metode Spiral (RPL Lanjutan)


Metode Sipral

Proses model yang lain, yang cukup populer adalah Spiral Model. Model ini juga cukup baru ditemukan, yaitu pada sekitar tahun 1988 oleh Barry Boehm pada artikel A Spiral Model of Software Development and Enhancement. Spiral model adalah salah satu bentuk evolusi yang menggunakan metode iterasi natural yang dimiliki oleh model prototyping dan digabungkan dengan aspek sistimatis yang dikembangkan dengan model waterfall. Tahap desain umumnya digunakan pada model Waterfall, sedangkan tahap prototyping adalah suatu model dimana software dibuat prototype (incomplete model), “blue-print”-nya, atau contohnya dan ditunjukkan ke user / customer untuk mendapatkan feedback-nya. Jika prototype-nya sudah sesuai dengan keinginan user / customer, maka proses SE dilanjutkan dengan membuat produk sesungguhnya dengan menambah dan memperbaiki kekurangan dari prototype tadi.
Model ini juga mengkombinasikan top-down design dengan bottom-up design, dimana top-down design menetapkan sistem global terlebih dahulu, baru diteruskan dengan detail sistemnya, sedangkan bottom-up design berlaku sebaliknya. Top-down design biasanya diaplikasikan pada model waterfall dengan sequential-nya, sedangkan bottom-up design biasanya diaplikasikan pada model prototyping dengan feedback yang diperoleh. Dari 2 kombinasi tersebut, yaitu kombinasi antara desain dan prototyping, serta top-down dan bottom-up, yang juga diaplikasikan pada model waterfall dan prototype, maka spiral model ini dapat dikatakan sebagai model proses hasil kombinasi dari kedua model tersebut. Oleh karena itu, model ini biasanya dipakai untuk pembuatan software dengan skala besar dan kompleks.